Memulai Hidup Positif.

Diposting oleh GKPB - Garut

  • Berpikir positif. Pikiran kita sangatlah berkuasa! Dengan pikiran kita bisa menghancurkan hidup kita, dan dengannya kita juga dapat membangun hidup. Kita dapat mengubah mengubah hidup dengan mengubah sikap berpikir kita. Orang yang berpikiran positif tahu bahwa hal-hal besar dapat diciptakan dari hal-hal yang kecil. Dan mereka dapat menguasai masalah, sebab mereka percaya bahwa masalah adalah kesempatan untuk mengalami mujizat.
  • Sikap percaya positif. Kita perlu keluar dari kebiasaan pola pikir lama kita sendiri dan memiliki kepercayaan kepada Tuhan. "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!" (Yeremia 17:5). Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan! Percaya adalah kekuatan dari hidup yang positif. Dengan percaya, seseorang dapat merubah kegagalan menjadi keberhasilan. Kita perlu tahu bahwa tidak ada keberhasilan di luar Tuhan. "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." (Amsal 3: 5-6).
  • Gaya hidup yang antusias dan optimis. Orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang-orang yang antusias. "Bersukacitalah senantiasa." (1 Tesalonika 5: 16).
  • Berkata-kata positif. Janganlah kita berbicara soal kegagalan. Janganlah kita juga mengeluarkan perkataan yang berisi keluhan. Buanglah berkata-kata negatif tentang orang lain. "Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi." (Yakobus 3:9-10). Kata-kata positif akan menciptakan situasi yang penuh damai sejahtera.
  • Bersikap positif. Milikilah sikap positif untuk mengatasi kebencian, ketakutan, kepahitan, kekecewaan, kekhawatiran dan hal-hal negatif lainnya."Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang." (1Tesalonika 5:15). "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23)

4.10.2009

Sikap yang benar sebagai mempelai Kristus

Diposting oleh GKPB - Garut

  • Menjaga kondisi rohani kita dan berjaga-jaga senantiasa dalam doa. "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." (Lukas 21:34.36)
  • Hiduplah kudus bagi-Nya. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (Ibrani 12:14)
  • Lebih sungguh-sungguh hidup berkenan di hadapan-Nya. Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi (1Tes. 4:1).
  • Setia dan percaya penuh akan rencana-Nya. Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. (2Timotius 1:11-12)
27.09.2009

Hidup yang Berbuah

Diposting oleh GKPB - Garut

Buah karakter adalah hasil dari hidup yang benar. Buah merupakan hasil dari hubungan yang melekat dengan Yesus. Buah yang baik dihasilkan dari tanah yang baik. Markus 4:20 berkata “Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.” Paling tidak ada 5 buah yang Tuhan rindu kita hasilkan bagi Kerajaan-Nya:

  • Buah Roh, ini berbicara tentang perbaikan di dalam sikap hati dan perilaku/ karakter.
  • Buah pekerjaan yang baik, artinya menjadi berkat bagi orang lain.
  • Buah untuk hidup yang kekal, artinya jiwa-jiwa yang sudah dimenangkan untuk Tuhan.
  • Buah kebenaran, artinya kita harus menggunakan pikiran dan perasaan Kristus di dalam hidup kita sehari-hari untuk mengasihi orang-orang yang memerlukan pertolongan.
  • Buah yang sesuai dengan pertobatan. Begitu kita bertobat, Tuhan mau ada buah yang sesuai dengan pertobatan, yaitu perubahan dalam cara, teladan dan pola hidup setelah kita mengalami pertobatan.

Ketaatan kitalah yang mampu menghasilkan buah yang baik. Bapa mencari buah. Bapa mengharapkan kasih, damai sejahtera, sukacita, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri muncul dari setiap anak-anak-Nya yang hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus. Berbuah bukanlah suatu pilihan melainkan suatu keharusan.


20.09.2009

Kehidupan yang Kokoh

Diposting oleh GKPB - Garut

Mereka yang menjadikan Tuhan sebagai fondasi yang kokoh, tercermin dalam:

  • Apa pun yang mereka rasakan atau pikirkan, mereka tetap tunduk pada Tuhan dan kehendak-Nya. Dengan kata lain, mereka takut akan Tuhan dan takut untuk melakukan dosa. Jadi, kendati mereka mengalami kesulitan dan ujian, mereka tetap patuh pada Tuhan dan berusaha keras untuk tidak melakukan atau mengatakan hal-hal yang tidak diperkenankan Tuhan.
  • Mempercayai pimpinan Tuhan, bukan pertimbangan manusia belaka. Dalam membuat perencanaan hidup, mereka melibatkan Tuhan dan mencari kehendak-Nya, bukan selera pribadi. Jadi, mereka tidak terpaku pada apa yang baik bagi diri sendiri melainkan apa yang baik bagi Tuhan.
  • Melihat hidup ini sebagai bagian dari rencana Tuhan yang lebih luas. Mereka berkeyakinan bahwa Tuhan ingin memakai mereka sebagai saluran berkat-Nya dan untuk menggenapi rencana keselamatan-Nya.
  • Relasi dengan Tuhan yang cukup baik dan sehat. Giat dalam beribadah, membaca firman Tuhan dan taat melakukan kebenaran-Nya akan tercermin dalam kehidupan mereka yang percaya. Relasi dengan Tuhan ini juga akan mempengaruhi relasi orang percaya dengan orang-orang disekitarnya yang menjadi teladan dan membawa pengaruh yang baik. Intinya adalah kehidupan rohani yang sehat akan menjadikan kehidupan kitapun lebih bermakna.

13.09.2009

Ciri Mereka yang Mengenal Roh Penuh Kebenaran

Diposting oleh GKPB - Garut

  • Memiliki integritas. Kunci integritas Kristen bukan terletak pada kekuatan kita, tetapi pada kekuatan Roh Kudus yang mampu terus memperbarui kehidupan kita. Hubungan yang melekat dengan Roh Kudus akan memunculkan teladan jati diri Kristus melalui diri kita yang memberikan pengaruh positif bagi lingkungan dimana pun kita berada.
  • Memiliki keberanian. Keputusan untuk menjadikan kebenaran Injil sebagai pedoman hidup Anda, adalah suatu tanda perlindungan diri dan hati kita terhadap pengaruh dunia, tuduhan dan intimidasi dari iblis.
  • Optimis. Mengetahui dan meyakini pembenaran Kristus, selain memulihkan kita dari kelemahan dan kegagalan kita di masa lalu, maka kita juga mampu menilai citra diri kita sangat baik dan memiliki sikap optimis untuk masa depan kita.
  • Antusias. “ Ucapkanlah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.” (Efesus 5:20). Orang yang penuh dengan Roh Kudus akan mengucapkan kata-kata yang sesuai dengan kehendak Allah. Ia menyadari bahwa Allah itu berdaulat, dan hanya mengijinkan peristiwa dan keadaan yang akhirnya akan menimbulkan kebaikan baginya dan kemuliaan-Nya ( Roma 8:28).
  • Tidak pantang menyerah. Tuduhan dan intimidasi bukan saja dialami dari kehidupan nyata sekitar kita, namun dari dalam diri kita pun sering kita mengalami hal ini. Melalui pengorbanan Kristus, kita telah dibenarkan dan dibebaskan dari semua tuduhan dan intimidasi itu. Hal inilah yang seharusnya memampukan kita bertahan dan tidak pantang menyerah.
06.09.2009

Mengapa Kita Perlu Mengabarkan Kabar Baik dengan Kuasa Roh Kudus?

Diposting oleh GKPB - Garut

  • Karena Yesus sendiri memberitakan Kabar Baik dengan kuasa Roh Kudus. (Lukas 4:18; Kisah Para Rasul10:38; Matius 12:27-28; Ibrani 9:14; Kisah Para Rasul 1:2; Roma 8:11). Yesus Kristus sendiri tidak melakukan pengabaran kalau tidak diurapi kuasa oleh Roh Kudus terlebih dahulu. Oleh karena itu kita perlu meminta diurapi kuasa Roh Kudus untuk pergi mengabarkan kabar baik.
  • Karena Firman Tuhan yang disampaikan, tidak ada kuasa kalau tidak diurapi oleh Roh Kudus. "...demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." (Yesaya 55:11)
  • Manusia tidak bisa menerima firman Tuhan, tanpa pekerjaan Roh Kudus. "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9)
  • Manusia bisa bertobat & beriman karena pekerjaan Roh Kudus." Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus."(1Korintus 12:3)
  • Kalau tidak ada kuasa Roh Kudus seringkali dalam memberitakan kabar baik kita menjadi batu sandungan yang tidak baik. "Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak."(1 Korintus 9:27). Mintalah kuasa Roh Kudus menaungi diri Anda, untuk menjaga perilaku hidup Anda sehingga saat memberitakan kabar baik ini, teladan hidup kita tidak menjadi batu sandungan.
30.08.2009

Kasih Allah itu...

Diposting oleh GKPB - Garut

  • Sabar. Kasih Allah memiliki tenggang rasa dan kemampuan untuk tahan uji terhadap situasi yang kurang menguntungkan dan terhadap sikap orang-orang yang kurang mengenakkan.
  • Murah hati. Kasih Allah murah hati dan rela menolong, menerima, simpatik dan memahami orang lain. Kasih-Nya itu penuh perhatian, lemah lembut, tenggang rasa, adil, dan bijaksana, hanya ingin mengusahakan kebaikan bagi orang lain, dan nyata dalam perbuatan.
  • Tidak cemburu. Kasih Allah tidak iri terhadap keuntungan orang lain, dan tidak menginginkan kepunyaan sesama.
  • Memegahkan diri. Kasih Allah tidak suka bermegah dan gila hormat. Tidak angkuh dan tidak congkak.
  • Tidak sombong. Kasih Allah tidak tinggi hati dan penuh dengan kesombongan.
  • Bersikap sopan. Kasih Allah tidak bertindak, bereaksi, berfungsi, atau melakukan perbuatan yang tidak patut, tidak terpuji, atau yang bertentangan dengan apa yang benar.
  • Tidak egois. Kasih Allah tidak menuntut bagi dirinya sendiri.
  • Tidak pemarah. Kasih Allah tidak mudah terpengaruh atau terpancing untuk menjadi marah dan mendendam.
  • Tidak menyimpan kesalahan. Kasih Allah tidak menghakimi atau merancangkan hal-hal yang jahat, malapetaka, penderitaan, kesukaran, dan lain-lain.
  • Tidak bersukacita karena ketidakadilan. Kasih Allah bersukacita ketika apa yang benar, ketulusan, kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran dinyatakan.
  • Menutupi segala sesuatu. Kasih-Nya dapat bertahan dalam tekanan dan kesukaran. Kasih Allah melindungi, menaungi, dan menjaga dari segala sesuatu yang mengancam keselamatan sesamanya.
  • Percaya segala sesuatu. Kasih Allah mempercayai sesama, melihat kebaikan dari orang lain.
  • Penuh pengharapan. Kasih Allah tetap berharap, walaupun keadaan tidak memungkinkan sekalipun, dengan kepercayaan dan pengharapan akan penggenapan dari apa yang telah dijanjikan.
  • Sabar menanggung segala sesuatu. Kasih Allah menyebabkan seseorang tegar, sekalipun dalam kesukaran.
  • Tak berkesudahan. Kasih-Nya tidak pernah gagal, tak mengecewakan, kekal dan tidak berkesudahan.
23.08.2009

Karya Roh Kudus yang Dinamis

Diposting oleh GKPB - Garut


  • Ketika seorang wanita yang sudah 12 tahun mengalami pendarahan menjamah ujung jubah Yesus, Yesus merasa bahwa ada tenaga (dunamis) yang keluar dari dalam diri-Nya (Markus 5;25-34). Kuasa atau tenaga yang seperti inilah yang Yesus berikan kepada kita saat kita dipenuhkan Roh Kudus.
  • Yesus berkuasa ditengah-tengah kita (2 Korintus 13:3). Kuasa yang berarti tenaga atau kemampuan inilah yang Ia berikan kepada kita untuk diteruskan kepada orang lain.
  • Roh Kudus memberikan kuasa yang menguatkan kita untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar (Kolose 1: 11). Karena itu jangan lari dari pencobaan atau kesusahan tapi percayalah kepada kita telah dikaruniakan bukan hanya untuk percaya kepada Kristus tapi juga untuk menderita untuk Dia (Filipi 1:29). Suatu waktu kemenangan kita akan tiba, kelepasan akan datang bagi kita bila kita tetap tekun dan sabar.
  • Kekuatan Roh Kuduslah yang membuat kita dapat berakar dan berdasar dalam kasih (Efesus 3:16-17).

Marilah bangkitkan dalam diri kita kerinduan untuk dipenuhi dengan Roh Kudus sebab hanya itu yang dapat memberikan kekuatan kepada kita untuk menghadapi berbagai kesukaran yang akan terjadi.


16.08.2009

Ciri Mereka yang Mengenal Roh Penuh Kebenaran

Diposting oleh GKPB - Garut

  • Memiliki integritas. Kunci integritas Kristen bukan terletak pada kekuatan kita, tetapi pada kekuatan Roh Kudus yang mampu terus memperbarui kehidupan kita. Hubungan yang melekat dengan Roh Kudus akan memunculkan teladan jati diri Kristus melalui diri kita yang memberikan pengaruh positif bagi lingkungan dimana pun kita berada.
  • Memiliki keberanian. Keputusan untuk menjadikan kebenaran Injil sebagai pedoman hidup Anda, adalah suatu tanda perlindungan diri dan hati kita terhadap pengaruh dunia, tuduhan dan intimidasi dari iblis.
  • Optimis. Mengetahui dan meyakini pembenaran Kristus, selain memulihkan kita dari kelemahan dan kegagalan kita di masa lalu, maka kita juga mampu menilai citra diri kita sangat baik dan memiliki sikap optimis untuk masa depan kita.
  • Antusias. “ Ucapkanlah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.” (Efesus 5:20). Orang yang penuh dengan Roh Kudus akan mengucapkan kata-kata yang sesuai dengan kehendak Allah. Ia menyadari bahwa Allah itu berdaulat, dan hanya mengijinkan peristiwa dan keadaan yang akhirnya akan menimbulkan kebaikan baginya dan kemuliaan-Nya ( Roma 8:28).
  • Tidak pantang menyerah. Tuduhan dan intimidasi bukan saja dialami dari kehidupan nyata sekitar kita, namun dari dalam diri kita pun sering kita mengalami hal ini. Melalui pengorbanan Kristus, kita telah dibenarkan dan dibebaskan dari semua tuduhan dan intimidasi itu. Hal inilah yang seharusnya memampukan kita bertahan dan tidak pantang menyerah.
09.08.2009

Berjalan Dalam Kekudusan

Diposting oleh GKPB - Garut

  • Kekudusan sebagai status. Alkitab mengajarkan bahwa ketika seseorang percaya kepada Kristus, maka pada saat itu ia sudah dikuduskan oleh Allah melalui karya Kristus di kayu salib. "Dan karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus." (Ibrani 10:10). Dengan demikian orang yang percaya kepada Kristus di dalam pemandangan Allah sudah diampuni segala dosanya, sehingga terpisah dari dunia yang masih hidup di dalam kegelapan.
  • Kekudusan di dalam prosesnya. Allah menguduskan kita sewaktu kita bertobat. Namun Ia juga menguduskan kita melalui proses hari demi hari. "Manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari." (2 Korintus 4:16) . Setiap hari Allah memperbarui dan memperbaiki sifat dasar kita melalui karya Roh Kudus. (1 Pet. 1:2). Roh Kudus mendorong kita untuk taat kepada Kristus, hidup berkemenangan atas pencobaan, perubahan karakter dan mempersembahkan hidup untuk melayani Allah. Kehidupan yang terus menerus didorong untuk melakukan ketaatan membawa kita kepada kemenangan atas pencobaan dan pada akhirnya mengasilkan buah pengudusan. "Tetapi sekarang setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan." (Rom. 6:22).
  • Kekudusan pada akhirnya. Kekudusan yang sempurna atas diri orang percaya akan terwujud pada hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus kelak.“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurnadengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus Tuhan kita.” (1Tesalonika 4:23). Pengudusan kita adalah “tak bercacat” kata ini berarti pula “tanpa cela”.Tujuan Allah adalah menghilangkan semua kelemahan dosa dalam diri orang percaya untuk selamanya sehingga kita menjadi sempurna, menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, Yesus Kristus (Rom. 8:28-30; Filipi 1:6).

02.08.2009

Tanda Mereka yang Memiliki Karunia Perkataan Hikmat

Diposting oleh GKPB - Garut

  • Menampakkan teladan hidup yang percaya Tuhan. "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya" (Mazmur 111:10). "Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan." (Yakobus 3:13).
  • Menyegarkan dirinya dengan hal-hal yang dari Tuhan. Hanya hal-hal dari Allah saja yang dapat menyegarkan jiwa manusia. Tuhan Yesus menganjurkan kita untuk lapar dan haus akan kebenaran. Karena dengan cara demikian, Ia dapat menjawab kebutuhan yang paling dalam dari hidup kita (Matius 5:6).
  • Menguasai lidahnya. "Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya."(Amsal 17:28). "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. "(Yakobus 3:5).
  • Senantiasa mengoreksi dirinya. "Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak."(Amsal 12:15) "Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi. Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan." (Amsal 15:32-33)
  • Menyerahkan hidupnya menjadi alat bagi Allah. "Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang." (Amsal 11:30) "ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa."(Yakobus 5:20)