Diposting oleh GKPB - Garut

Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.
Roma 12:6

Pentingnya Karunia Nubuatan

Diposting oleh GKPB - Garut

Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” (1 Korintus 14:1)

Tuhan berfirman kepada Nabi Yoel, “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.” (Yoel 2:28-29).Nubuatan ini benar-benar sudah dinyatakan di akhir zaman ini, di mana banyak anak Tuhan menggunakan karunia ini untuk membangun tubuh Kristus yaitu gereja-Nya. Jadi kita harus sadar pentingnya karunia bernubuat, yang kembali ditegaskan Rasul Paulus, “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” (1 Korintus 14:1).

Nubuat umumnya dikaitkan dengan ramalan untuk masa mendatang. Kata Yunani "propheteuo" sebenarnya hanya berarti menyampaikan atau menyatakan. Kata tersebut mengacu pada menyatakan isi Alkitab kepada orang banyak. Karunia Nubuat adalah karunia dari Allah yang memampukan kita untuk menerima dan menyampaikan pesan Tuhan kepada orang lain dalam bahasa yang kita mengerti. Bernubuat berarti menerima, kemudian meneruskan pewahyuan Ilahi yang berasal dari Tuhan mengenai rencana-rencana Tuhan, serta melaporkan informasi itu sedemikian rupa sehingga jemaat dibangun, dinasihati dan dihibur seperti ada tertulis, “Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.” (1 Korintus 14:3). Jadi nubuat mengandung fungsi sedemikian besar yaitu membangun, menasihati dan menghibur tubuh Kristus dengan bahasa yang dapat dimengerti.

Awal dari karunia bernubuat adalah ketika kita memiliki dan senantiasa mempergunakan karunia-karunia Roh. Tuhan menghendaki setiap orang percaya yang telah dipenuhi Roh Kudus dan jika ia mampu berbahasa Roh untuk tidak berhenti, namun terus mengejarnya ke tingkat yang lebih yaitu dapat menafsirkannya, dan lebih-lebih untuk bernubuat. Apakah Anda dan saya bisa memiliki karunia bernubuat? Bisa! Karenanya kita harus berusaha dan mengejar supaya kita bisa bernubuat. Dengan cara bagaimana? Dengan terus melatih diri membangun keintiman dengan Tuhan dan ‘bergaul karib’ dengan Roh Kudus, sehingga Roh-Nya memenuhi hidup kita.

Dari berbagai sumber

14.06.2009

Relaying His Message (Meneruskan Pesan-Nya)

Diposting oleh GKPB - Garut

“Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur." (1 Kor. 14:3)

Karunia nubuat adalah karunia yang diberikan Roh Kudus yang memampukan kita menerima dan menyampaikan pesan Tuhan kepada orang lain dalam bahasa yang dapat dimengerti. Tujuannya adalah membangun jemaat (14:4). Itu sebabnya karunia ini lebih ditekankan dalam pertemuan jemaat (14:5). Namun perlu diingat bahwa yang memberikan karunia nubuat adalah Roh Kudus (12:10). Dalam hal ini nubuat tidak dihasilkan dari diri sendiri tetapi bersumber dari Roh Allah.

Sekarang bagaimana cara kita membedakan nubuat palsu dan nubuat dari Roh Kudus? Isi nubuat tersebut harus diuji kebenarannya dengan melihat tiga hal. Pertama, apakah sesuai dengan Alkitab atau tidak (Rm. 16:17; Kis. 17:11). Nubuat yang berasal dari Allah sudah pasti isinya tidak bertentangan dengan Alkitab. Kedua, apakah memuliakan Allah atau manusia? (Rm. 16.18). Nubuat yang benar tidak mungkin berisikan kata-kata yang menyanjung diri sendiri apalagi menjatuhkan yang lain. Nubuat yang benar selalu memuliakan Allah dan membangun orang lain. Ketiga, apakah nubuat itu benar-benar terjadi? (Ul. 18:21,22). Mungkin ini membutuhkan waktu untuk mengujinya. Sebelum ini terjadi bila nubuat itu sesuai dengan Firman Tuhan dan memuliakan Tuhan maka jemaat perlu menanti dan mengimaninya dengan tidak menganggap rendah nubuat-nubuat (1 Tes. 5:20).

Akhirnya, janganlah padamkan Roh yang mampu memberikan karunia-karunia termasuk karunia nubuat. Jangan langsung menganggap rendah nubuat . Jemaat perlu mengobarkan karunia tersebut sambil menguji segala sesuatu dan bila itu baik dan sesuai dengan Firman Tuhan, peganglah (rt/14.06.2009)

Fungsi Karunia Bahasa Roh

Diposting oleh GKPB - Garut

  • Menyampaikan pesan Allah kepada orang lain. “ Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.” ( 1 Korintus 14:27,28). Bentuknya sama dengan karunia nubuat, hanya saja disampaikan dalam bahasa roh (bahasa yang dimengerti oleh orang yang menyampaikannya). Karena sifatnya dari Allah kepada manusia, tentu saja perlu ditafsirkan, supaya orang yang kepada pesannya ditujukan dapat mengertinya. Dan juga harus disampaikan secara bergilir, tidak bersama-sama, supaya tidak membingungkan.
  • Menyampaikan isi hati kita kepada Allah. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. ( 1 Korintus 14:2). Bentuknya adalah: doa dalam bahasa roh dan pujian dalam bahasa roh. Karena sifatnya dari kita kepada Allah, maka boleh dilakukan secara bersama-sama dan tidak perlu harus dimengerti oleh orang lain, sehingga tidak perlu ditafsirkan.Bahasa roh dapat berupa bahasa manusia (bahasa yang dipakai sehari-hari oleh manusia), ataupun bahasa malaikat (1 Korintus 13:1). Bahasa manusia itu mungkin dapat dimengerti oleh orang lain ( Kisah Para Rasul 2:4-6), namun yang pasti orang yang mengucapkannya tidak mengerti apa yang sedang diucapkannya.
Sumber: Pola Hidup dalam Kerajaan Allah.
07.06.2009

Diposting oleh GKPB - Garut

Karunia-karunia Roh Kudus diberikan bukan untuk kebangunan rohani sendiri, tetapi untuk membangun jemaat lain.
(1 Korintus 14:12)

Lebih Akrab dengan Karunia Bahasa Roh

Diposting oleh GKPB - Garut

Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus menggunakan tiga pasal untuk menjelaskan karunia-karunia rohani dan faktor-faktor pendorong dibaliknya yaitu kasih. Paulus menerangkan bahwa walaupun ada banyak karunia, semuanya berasal dari satu sumber yaitu Allah; dan semuanya harus dipakai dengan kasih untuk kebaikan bersama (1 Korintus 12:4-7)

Salah satu karunia rohani adalah berkata-kata dengan bahasa roh (1Korintus 12:10). Bahasa roh dalam istilah Perjanjian Baru bukan menunjuk pada suatu bahasa yang diketahui tetapi pada suatu pernyataan spontan berupa ucapan agung yang diberikan kepada pembicara oleh Roh. Karenanya berbicara dengan bahasa roh bukan berasal dari pikiran melainkan dari Roh (1 Korintus 14:14). Tetapi hal ini bukan berarti bahwa berkata-kata dengan berbahasa roh dikuasai oleh rasa gembira atau bersifat tidak terkendali. Berkata-kata dengan bahasa roh dapat mengandung banyak emosi ataupun sedikit emosi, bergantung pada keadaan emosi orang yang berkata-kata saat itu.

Pengalaman bahasa roh adalah suatu pengalaman yang biasa pada gereja mula-mula, tetapi kadang-kadang bisa membingungkan. Paulus dalam suratnya membantu orang percaya di Korintus untuk memandang karunia luar biasa ini dari sudut yang benar. Ketika seseorang dipenuhi Roh Kudus, ia dapat mengalami berbagai macam tanda kepenuhan Roh Kudus, salah satu tanda manifestasinya adalah berbahasa roh yang bertujuan untuk meninggikan Allah.
Fungsi utama bahasa roh, baik dalam Alkitab maupun dalam kehidupan kita saat ini, adalah untuk meningkatkan kualitas ibadah pribadi kita kepada-Nya. Oleh karena semua orang kristen memiliki kehidupan doa pribadi, maka berbahasa roh merupakan satu karunia yang secara luar biasa dipakai dalam tubuh Kristus.

Pada waktu Paulus berkata, “Aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari kamu semua “ (1 Korintus 14:18), ia menunjukkan bahwa bahasa roh berharga untuk orang percaya yang telah dewasa. Paulus juga berkata, “ Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri.” (1 Korintus 14:4). Jika Anda memiliki karunia bahasa Roh, hendaklah Anda menggunakannya senantiasa untuk membangun kualitas rohani Anda.

Semua karunia, termasuk bahasa roh, haruslah didasari oleh kasih dan memiliki kegunaan untuk membangun iman kita dan jemaat. “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing ( 1 korintus 13:1). Karunia-karunia rohani tidak memenuhi tujuannya bila tidak didasari oleh kasih kita kepada Tuhan dan sesama.

Diolah dari berbagai sumber
07.06.2009

The Beauty of Spiritual Language (Keindahan Bahasa Rohani)

Diposting oleh GKPB - Garut

“Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.” (1 Kor. 12:10b)


Pada bulan Mei yang lalu telah diuraikan mengenai Pribadi Roh Kudus dan bagaimana hidup dipenuhi denganNya. Dalam Surat Pastoral bulan Juni ini dan Juli yang akan datang akan banyak menuliskan tentang The Gifts (karunia-karunia Roh Kudus). Hal ini penting karena karunia-karunia Roh Kudus diberikan untuk menolong kita hidup semakin produktif melampaui batas-batas kemampuan manusiawi kita guna membangun tubuh Kristus.


Perlu diketahui bahwa ada banyak karunia-karunia yang dibicarakan dalam Alkitab namun dalam tulisan ini hanya akan mengambil karunia-karunia seperti yang terdapat dalam 1 Korintus 12:8-12. Di antara karunia-karunia yang diberikan Roh Kudus ada karunia berkata-kata dengan bahasa roh dan karunia menafsirkan bahasa roh tersebut.


Harus dipahami bahwa karunia bahasa roh bukanlah kepandaian ilmu bahasa (dalam hal ini tidak perlu ada sekolah bahasa roh), melainkan suatu karunia khusus dari Roh Kudus (12:11). Demikian juga bahasa roh bukan hanya suara-suara yang tak berarti yang bersifat kesurupan. Ketika orang berbahasa roh bahasa tersebut tidak dapat dimengerti oleh akal bila tidak ada yang menafsirkan (12:14), bahasa roh tersebut berfungsi sebagai bahasa doa kepada Tuhan dan dapat membangun diri sendiri. Tetapi lebih dari pada alangkah baiknya ada yang menafsirkan untuk menyampaikan pesan Tuhan sehingga jemaat dibangun (14:4-5).


Keindahan bahasa roh bisa dinikmati oleh diri sendiri (ketika tidak ada yang menafsirkan). Dalam hal ini ketika dalam pertemuan jemaat sebaiknya berdiam diri dan hanya boleh berkata-kata kepada diri sendiri dan Allah (14:28). Keindahan bahasa roh bisa juga dinikmati oleh jemaat bila ada yang menafsirkan. Itu sama nilainya dengan nubuat untuk membangun jemaat (14:5). Untuk itu terimalah karunia tersebut dengan iman dan alami keindahannya (rt/7.6.2009).