Menuju Hidup yang Dipulihkan

Diposting oleh GKPB - Garut

  • Tempatkan Yesus Kristus dalam posisi yang benar. Mengapa hidup Anda sulit dipulihkan? Banyak mereka yang mengakui Yesus sebagai Tuhan namun dalam hidupnya ternyata mereka tidak menempatkan Dia sebagai Tuhan. Kita tidak mengizinkan diri-Nya berkuasa penuh atas hidup kita. Jika kita meninggikan Dia dalam setiap ibadah rutin kita, seharusnya Dia ditinggikan juga dalam segi kehidupan kita: keluarga, pekerjaan, pergaulan, dll. Jadikan Tuhan sebagi pusat dari hidup Anda. Sertakan Tuhan dalam setiap rencana hidup Anda. Tingkatkan kualitas doa dan hubungan pribadi dengan-Nya.
  • Ubah pola hidup Anda sesuai Alkitab. Ubahlah pola bisnis, pergaulan, keluarga hingga karakter Anda sesuai pola Alkitab. Bagaimana caranya? Selain Anda dapat mengetahuinya dari Alkitab itu sendiri, Anda juga bisa memperoleh pengetahuan tambahannya dari buku-buku rohani kristen yang tersedia. Tanyakan kepada pembimbing rohani atau gembala Anda, buku-buku yang tepat untuk Anda.
  • Berdamai dengan diri Anda. Masa lalu telah menjadikan diri kita seperti pada hari ini, namun ingatlah bahwa masa lalu kita tidak menentukan bagaimana masa depan kita kelak. Terimalah masa lalu Anda dan jadilah diri Anda apa adanya. Ucapkan syukur dalam segala hal kepada Tuhan, ini akan membantu Anda memiliki sikap hidup yang optimis.
  • Miliki pergaulan dan komunitas yang mendukung Anda. Temukan komunitas yang mendukung pertumbuhan rohani Anda. Dukungan saudara seiman dapat membantu Anda memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Kembangkan pola pergaulan sosial yang sehat dan positif. Tinggalkan pergaulan dan kebiasaan yang buruk.

Tidak Ada Kata “Gagal” dalam Kamus-Nya

Diposting oleh GKPB - Garut

Dalam hidup ini yang penting bukan berapa kali aku gagal, tapi yang penting berapa kali aku bangkit dari kegagalan," Inilah ungkapan dari seseorang yang ‘akrab’ dengan kegagalan. Pada tahun 1831 ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Setahun kemudian ia kalah dalam pemilihan dewan tingkat lokal. Tahun berikutnya kembali mengalami kebangkrutan. Kemudian dua tahun selanjutnya istrinya meninggal. Setahun kemudian ia hampir masuk rumah sakit jiwa. Kemudian pada tahun 1837 kalah dalam sebuah kontes pidato. Lantas, tiga tahun berikutnya ia kalah dalam pemilihan anggota senat, ia juga kembali kalah untuk duduk dalam kongres 1842. Ia gagal lagi saat mencoba pada tahun 1848 dan 1855. Tapi ia terus maju dan kembali gagal saat mencalonkan diri jadi wakil presiden pada tahun 1856. Saat mencoba masuk senat 1858 ia kalah lagi. Tapi dengan keyakinan kuat, ia akhirnya justru menjadi presiden pada tahun 1860. Orang yang akrab dengan kegagalan dan tak kenal putus asa ini bernama Abraham Lincoln. Salah satu dari sekian banyak tokoh kristen yang teladannya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Presiden yang paling terkenal dalam sejarah dunia pemerintahan di Amerika.

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Jika Anda mengalami kegagalan, itu bukan berarti hidup Anda telah berakhir. Kisah Alkitab, setelah kebangkitan-Nya. Yesus menemui Petrus. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Petrus, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." (Yohanes 21:15-17).Yesus sangat ahli memulihkan orang-orang yang gagal. Walau Petrus sudah tiga kali menyangkal diri-Nya, Yesus malah sengaja menemuinya. Setelah pertemuan itu dan karena anugerah-Nya pada hari Pentakosta saat Petrus berkhotbah, tiga ribu jiwa menjadi percaya kepada Tuhan. Petrus yang gagal, sudah berada di titik paling bawah dari hidupnya, dipulihkan-Nya menjadi seorang yang membawa perubahan.

Saat Anda mengalami kegagalan dan seakan semua pintu jalan telah tertutup. Yesus mau menemui Anda. Ia mengetok pintu hati, menunggu Anda membuka pintu untuk-Nya (Wahyu 3:20). Telah terbukti karena kasih dan kuasa-Nya, pernikahan yang hancur, keluarga yang berantakan, masa depan yang suram, hidup yang gagal, pribadi yang berdosa, ketika datang kepada-Nya Ia pulihkan dan dijadikannya baru. Tidak ada kata gagal dalam kamus-Nya.

Kini, izinkan Tuhan bekerja membawa Anda keluar dari kegagalan menuju hidup yang dipulihkan. Ia hanya membutuhkan satu langkah sederhana, yaitu kemauan Anda untuk bangkit. Raihlah tangan-Nya yang penuh kasih terulur untuk Anda. Ia mau Anda bangkit dan berjalan kembali bersama-Nya. Ia ingin merancang sesuatu yang baru dalam hidup Anda. Kegagalan Anda bukanlah penghalang bagi kasih-Nya. Hidup yang diberkati, pemulihan segala sesuatu, masa depan yang penuh pengharapan, Ia sediakan bagi Anda dan saya.

26.04.2009

Diposting oleh GKPB - Garut

Jika Anda memerintah dengan bijak,
Anda akan dipatuhi dengan senang hati.

Thomas Fuller
26.04.2009

A Restored Life (Hidup yang Dipulihkan )

Diposting oleh GKPB - Garut

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya..."


Apakah Anda pernah mengalami kegagalan dan merasa tidak bisa dipulihkan lagi? Kegagalan biasanya berdampak negatif bagi kehidupan seseorang. Dampak negatif yang sering muncul adalah ‘merasa gagal’. Karena merasa gagal orang bisa menjadi minder, tidak percaya diri, merasa dihakimi oleh kegagalan tersebut sehingga tidak berani mencoba lakukan sesuatu yang baik (apa-apa takut gagal).


Belajar dari seorang Petrus. Dia adalah seorang murid Yesus yang dominan di antara murid yang lain karena kegigihan dan rasa percaya diri yang tinggi. Menjelang Yesus akan disalibkan Petrus dengan sangat percaya diri berkata: ‘Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” (Mat. 26:33). Di tambahkannya pula bahwa sekalipun dia harus mati, dia takkan menyangkal Yesus” (26::35). Tetapi tidak lama kemudian dia menyangkal Yesus pada saat Yesus seorang diri menghadapi tuduhan dari orang banyak (26:69-74). Petrus gagal mempertahankan imannya, akibatnya dia menjadi orang yang tenggelam dalam kesedihan dan seolah tidak punya harapan dipulihkan lagi.


Orang yang seharusnya paling bersedih dalam hal ini adalah Yesus yang disangkali tetapi hal yang luar biasa adalah Yesus mau menerima Petrus dan memulihkannya. Yesus mengajukan tiga pertanyaan yang membutuhkan jawaban jujur dari Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Petrus kembali merasa sedih mengingat tiga kali ia pernah menyangkal Yesus. Trauma akan kegagalan membuat Petrus tidak mampu mengasihi Yesus dengan kasih standar Allah (Agape). Namun Yesus menerima dan mengembalikan kepercayaan Petrus untuk melayani jemaatNya.


Langkah penting yang harus diambil ketika kita mau bangkit dari kegagalan adalah datang kepada Yesus dan Dialah yang telah memulihkan Petrus akan juga memulihkan kita (RT/26.04.2009)

Hidup yang Penuh Harapan adalah Hidup yang...

Diposting oleh GKPB - Garut

  1. Bersukacita.

Apa yang menghalangi sukacita Anda hari ini? Fokuskan mata rohani Anda kepada pengharapan di dalam Kristus. Ia menyediakan hidup yang diberkati, jaminan kehidupan kekal, kekuatan dan pertolongan di masa sukar. Buatlah keputusan bahwa di setiap hari yang Anda lalui, apapun keadaannya, awali dengan ucapan penuh syukur kepada-Nya, tersenyumlah dan bersukacita. Ingat perkataan Amsal: hati yang gembira adalah obat yang manjur.

  1. Optimis.

Bagaikan sauh, pengharapan itu sangat aman dan kuat bagi jiwa kita (Ibrani 6:19). Sebuah kapal walau dihantam badai akan tetap tertambat pada sauhnya. Begitu pula kehidupan orang yang berpengharapan, apapun badai kehidupan yang dialaminya dirinya akan tetap kokoh, karena harapannya tertambat dengan sangat kuat kepada Kristus.

  1. Perubahan yang positif.

Seperti perempuan Samaria berdosa yang bertemu dan berbicara dengan Yesus di pinggir sumur Yakub (Yohanes 4:6-39), pengharapan baru yang timbul dalam hatinya telah memberikan pengaruh positif (pertobatan) kepada masyarakat satu kota yang mengenalnya. Jika Anda menjadi pribadi yang berpengharapan, secara otomatis orang-orang di sekitar Anda akan merasakan pengaruhnya.

  1. Cita-cita yang mulia.

Paulus teladan pemimpin yang visioner. Seorang berdosa yang telah diubahkan karena Kruistus. Pengharapan kepada Kristus telah mengubah Paulus menjadi seorang pemimpin yang mempunyai visi mulia dan kuat. Dalam setiap pelayanannya, walau banyak mengalami kesulitan. Paulus tetap dapat melihat jauh ke masa depan yaitu kepada pengharapannya bersama Kristus bahwa ia akan memperoleh apa yang telah dijanjikan-Nya. Dari Paulus kita belajar, bahwa visi pemimpin yang baik selalu berasal dari seorang pribadi yang penuh pengharapan.

19.04.2009

Pengharapan dalam Kristus

Diposting oleh GKPB - Garut

“Aku mau mati!!” Teriak seorang perempuan muda. Dengan tangannya yang berdarah tersayat, perempuan muda ini berdiri di atap sebuah gedung mall di sebuah pusat perbelanjaan. Tekadnya sudah bulat untuk melakukan bunuh diri karena persoalan asmaranya berakhir tragis. Kisah ini adalah salah satu dari sekian banyak kisah realita yang kita dapat temui di berita-berita televisi atau koran hari-hari ini.

Banyak orang memilih jalan pintas bunuh diri ketika menghadapi berbagai persoalan hidup, baik masalah ekonomi, masalah keluarga, bahkan asmara. Kebanyakan orang yang memilih jalan tidak terpuji itu adalah masyarakat yang hidup di perkotaan, dari kalangan status ekonomi atas bahkan kalangan bawah. Putus harapan yang bisa berakhir dengan sakit jiwa atau bahkan bunuh diri ini adalah salah satu fenomena yang tengah menghantui masyarakat kita.Putus harapan.

Hal inilah juga yang pernah dialami oleh dua orang murid Yesus.Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem. Ketika Yesus mendekati dan berjalan bersama-sama dengan mereka, ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. (Lukas 24:13-35). Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Mereka menceritakan kepada-Nya, perihal kematian Yesus orang Nazaret, peristiwa kebangkitan-Nya, harapan-harapan mereka kepada-Nya sebagai raja bagi bangsa mereka. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "..Betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci. Saat hari gelap mereka mengajak Yesus untuk menginap.Waktu duduk makan dengan mereka, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

Moment Paskah, perayaan kebangkitan Kristus baru saja kita lalui, kebangkitan-Nya adalah awal kehidupan yang penuh pengharapan bagi Anda dan saya. Namun izinkan saya bertanya kepada Anda,”Apakah Anda saat ini memahami dan meyakini bahwa di dalam Kristus, Anda benar-benar telah mengalami hidup yang penuh pengharapan?” Renungkan pertanyaan ini dengan memeriksa hati Anda. Bila Anda menemukan masih adanya setitik kekuatiran, kecemasan, rasa malu, dalam diri Anda, itu berarti Anda perlu memperkuat keyakinan iman Anda. Peganglah janji firman-Nya. Serahkan beban Anda kepada Kristus. Dalam Kristus ada pengharapan. Apapun badai kehidupan yang melanda, Anda akan mampu tegar berdiri menghadapinya karena kekuatan dan pengharapan Kristus-lah yang menopang Anda.

Diposting oleh GKPB - Garut


Tuhan menghargai ‘doa bersama’ dengan kehadiran-Nya sendiri.
(Matius 18:20)