1. Mengalami kelahiran baru. Langkah awal mengalami kepenuhan Roh Kudus ditandai dengan sikap pertobatan dan motivasi untuk memulai hidup yang benar yaitu menjadikan Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan juruselamat pribadi. "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 2:38)
2. Rindu untuk dipenuhi dengan Roh Kudus. “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan. “ (Yohanes 7:37-39)
3. Meminta dengan iman untuk dipenuhi dengan Roh Kudus. ”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Lukas 11:3)
4. Menerimanya dengan iman. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Markus 11:24)
Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah.
Kisah Para Rasul 10:44-46
Seringkali kita berpikir bahwa Roh Kudus hanyalah kuasa eksklusif yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang tertentu. Kita mengira Roh Kudus hanya bekerja di satu waktu dan tempat-tempat tertentu saja. Jika Roh Kudus bekerja pada zaman murid Yesus hidup, tentu sampai hari ini Ia tetap bekerja di antara umat-Nya. Kuasa-Nya dan perbuatan Roh Kudus tetap sama. Roh Kudus dicurahkan bagi setiap bangsa yang telah percaya pada Kristus. Roh Kudus itu kini menjadi meterai di dalam diri Anda dan saya.
Roh Kudus adalah pribadi Allah itu sendiri bukan sekedar kuasa atau kekuatan yang bisa habis atau minta diisi kembali jika sering digunakan. Roh Kudus-lah yang mempertobatkan Anda dan saya. Roh Kudus-lah yang menempatkan kita ke dalam tubuh-Nya yaitu gereja. Roh Kudus-lah yang membangun gereja-Nya tetap ada sampai hari ini.
Saat umat-Nya dipenuhi Roh Kudus, tubuh Kristus yaitu gereja-Nya akan semakin efektif untuk menjadi terang dan garam bagi dunia ini. Saat Anda dan saya dipenuhi Roh Kudus maka kehidupan kita semakin berkualitas. Hidup yang berkualitas ini terkait erat dengan hubungan dengan Allah yang semakin kuat, citra diri yang bertambah sehat dan hubungan dengan sekitar kita yang positif.
Apakah sampai hari ini umat-Nya memerlukan baptisan Roh Kudus? Ya, karena baptisan Roh Kudus menjadi awal dari hidup yang dipenuhi Roh Kudus. Mengapa demikian? Karena selalu dipenuhi Roh Kudus merupakan suatu keharusan (Efesus 5:18).
Bagaimana agar kita dapat memulai hidup dipenuhi oleh Roh Kudus? Janganlah kita ragu untuk datangdengan penuh kehausan dan meminta kepada Allah Bapa agar Yesus Kristus memenuhi Roh Kudusdalam diri kita. Mintalah dan terimalah dalam iman untuk hidup yang senantiasa dipenuhi dengan Roh Kudus.
Hidup dipenuhi Roh Kudus adalah salah satu kunci dari hidup umat-Nya yang berkemenangan; karena itu jagalah komunikasi Anda dengan Roh Kudus, renungkan selalu firman-Nya senantiasa. Muliakanlah Tuhan dengan mengobarkan karunia-karunia Roh Kudus dalam pelayanan atau ibadah yang kita lakukan. Hasilkan buah-buah Roh melalui hidup kita. Mari kita menyongsong hari-hari di mana Roh Kudus bekerja luar biasa melalui hidup kita!
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Kisah Para Rasul 2:4)
Sebelum Yesus naik ke Sorga, Dia berjanji akan memberikan Roh Kudus kepada mereka (Yoh. 16:7; Kis. 1:5). Allah menggenapi janjiNya. Buktinya adalah Alkitab sendiri mengungkapkan bahwa ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing (Kis. 2:1-4). Inilah yang disebut baptisan Roh Kudus, yaitu mereka dibenamkan ke dalam Roh Kudus.
Dalam Alkitab tercatat tanda umum dan lebih menonjol sewaktu orang dibaptis oleh Roh Kudus adalah bahasa roh. Itu hanya sebagai tanda bahwa seseorang sedang mengalami baptisan Roh (Kis. 2:4; 10:46; 19:6). Memang sebagian besar pengalaman dipenuhi Roh Kudus adalah berbahasa lain, namun selain itu ada tanda-tanda lain juga yang nyata ketika orang dipenuhi dengan Roh Kudus, seperti sembuh dari sakit (Kis. 9:17-18); berani dan penuh kuasa (Kis. 13:9-11); bernubuat (Kis. 19:6); berbahasa roh dan bernyanyi (Kis. 10:46), dan lebih dari semua tanda itu adalah perubahan hidup, yaitu menghasilkan buah-buah Roh itu sendiri, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. (Gal. 5:22-23).
Jadi, Roh Kudus memenuhi seseorang merupakan penggenapan janji dari Tuhan Yesus. Dan bila Roh Kudus memenuhi seseorang tidak terfokus kepada satu tanda saja. Seseorang dipenuhi oleh Roh Kudus dengan tanda-tanda seperti yang dikehendaki Roh Kudus dan dalam pimpinan Roh itu sendiri. Dalam hal ini Roh Kudus adalah Pribadi dan bukan suasana atau manifestasi fisik. “ Oleh karena itu rindukanlah PribadiNya memenuhi hidup Anda melebihi dari mengingini gejala-gejala atau tanda-tanda fisik yang mungkin Anda bisa alami (rt/31.05.2009)
Kita semakin Peka akan pimpinan-Nya. "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang." (Yohanes 16:13). Dalam setiap segi kehidupan kita selalu membuat keputusan. Keakraban dengan Roh Kudus akan membawa kita semakin peka akan tuntunan-Nya. Biasakanlah diri Anda bertanya kepada Roh Kudus sebelum melakukan sesuatu.
Hidup yang diubahkan. "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (2 Korintus 3:18)Orang-orang yang bergaul karib dengan Roh Kudus pasti akan menunjukkan karater kepribadiannya yang semakin berkualitas.
Kuasa Roh Kudus semakin nyata. "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku ...sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8 )Hidup dipenuhi Roh Kudus akan menghasilkan buah-buah Roh (Galatia 5:22-23). Buah Roh yang ditunjukkan dari hidup kita inilah yang menjadi salah satu penyebab pemberitaan Injil kita semakin efektif.
Kekuatan dalam kesesakan. "tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu" (Yohanes 14:26). Darimanakah ketabahan dan kekuatan para saksi Kristus menahan penderitaan? Hanya kuasa Roh Kudus yang memampukan ini karena Ia adalah Penghibur dan sumber kekuatan bagi umat-Nya.
Apakah ini yang di benak Anda: Bagaimana saya tahu dan bisa mengalami berkat-berkat Allah yang menyertai dari hidup yang dipenuhi dengan Roh Kudus?
Ayat ini dapat membantu Anda memahaminya. Yohanes 14:16, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,“ Yesus menjanjikan bahwa Roh Kudus akan mendiami orang-orang percaya secara permanen. Adalah penting untuk membedakan berdiamnya Roh Kudus dan kepenuhan Roh Kudus. Berdiamnya Roh Kudus secara permanen bukanlah hanya untuk orang-orang percaya tertentu, tapi bagi semua orang percaya. Ada sejumlah referensi dalam Alkitab yang mendukung kesimpulan ini. Pertama, Roh Kudus adalah hadiah bagi semua orang yang percaya pada Yesus Kristus tanpa perkecualian dan tanpa syarat kecuali iman di dalam Yesus Kristus (Yohanes 7:37-39). Kedua, Roh Kudus diberikan saat keselamatan. Efesus 1:13 mengindikasikan bahwa Roh Kudus diberikan pada momen keselamatan. Galatia 3:2 juga menekankan kebenaran yang sama dengan mengatakan bahwa berdiamnya Roh Kudus dan dimeteraikan dengan Roh Kudus terjadi pada saat orang percaya. Ketiga, Roh Kudus mendiami orang-orang percaya secara permanen. Roh Kudus diberikan pada orang-orang percaya sebagai jaminan. Meterai kita sebagai pembuktian dari masa depan yang mulia di dalam Kristus (2 Korintus 1:22; Efesus 4:30). Inilah jaminan keselamatan hidup kekal yang diberikan-Nya bagi Anda dan saya. Namun pemahaman ini diperlengkapi lebih lanjut dalam tulisan Paulus, agarhidup kita kini di tengah dunia ini agar selalu dipenuhi Roh Kudus ( Efesus 5:18). Hidup yang selalu dipenuhiRoh Kudus akan mendatangkan berkat dan buah bagi kerajaan Allah. Kita perlu mengijinkan kuasa Roh Kudus memenuhi setiap segi dari hidup kita sehingga Dia dapat memiliki kita secara keseluruhan, dan dalam pengertian ini yaitu Roh Kudus memenuhi kita untuk mengubah karakter kita seperti Kristus. Roma 8:9 dan Efesus 1:13-14 menjelaskan bahwa Dia berdiam dalam diri setiap orang percaya.Membaca Alkitab, merenungkannya dan menerapkan firman-Nya adalah salah satu buah dari hidup yang senantiasa dipenuhi Roh Kudus. Inilah salah satu berkat dari hidup yang selalu dipenuhi Roh Kudus yaitu hidup yang diubahkan. Dipenuhi Roh Kudus juga berarti Dia bebas untuk menempati setiap bagian dari hidup kita, menuntun dan menguasai kita. Kuasa-Nya dapat bekerja melalui hidup kita sehingga hidup kita memberikan buah untuk kemuliaan Tuhan. Kepenuhan Roh Kudus bukan hanya berlaku untuk perilaku saja, namun juga untuk pikiran kita yang paling dalam dan motivasi dari perbuatan-perbuatan kita. (Mazmur 19:15). Ketaatan kita kepada firman-Nya berarti mengizinkan Roh Kudus bekerja dengan penuh kuasa melalui diri kita. Hidup penuh Roh Kudus akan mengubah karakter dan hidup kita serupa dengan Kristus. Berkat dari hidup yang selalu dipenuhi Roh Kudus adalah kehidupan yang menghasilkan buah. Kehidupan yang berbuah ini menjadi teladan bagi lingkungan sekitar kita dan bertujuan memperluas kerajaan Allah di tengah dunia ini. Mari kita menikmati berkat-berkat dari hidup yang dipenuhi Roh Kudus.
“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yohanes 16:7).
Untuk mendapatkan sesuatu yang sangat pentingtentunya ada syaratnya. Contoh, sebagai warga negara yang baik sangat penting untuk kita memiliki tanda pengenal atau biasa disebut KTP. Untuk mendapatkan KTP ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi salah satunya memiliki Kartu Keluarga. Tanpa memenuhi syarat itu maka sebenarnya tidak mungkin kita memliki KTP. Demikian juga untuk dipenuhi dengan Roh Kudus. Karena dipenuhi dengan Roh Kudus sangat penting maka ada sejumlah syarat untuk memperolehnya.
Ketika seseorang dibaptis oleh Yesus ke dalam Roh Kudus maka orang tersebut sudah dipenuhi dengan Roh Kudus (Kis. 2:4). Syarat utamanya adalah percaya kepada Yesus. Tetapi pengalaman dipenuhi dengan Roh Kudus itu harus terus menerus (Ef. 5:18). Untuk mengalami terus menerus dipenuhi dengan Roh Kudus maka syarat-syaratnya adalah, pertama rindu untuk dipenuhi dengan Roh Kudus. Syarat kedua adalah meminta dengan iman untuk dipenuhi dengan Roh Kudus. Syarat ketiga adalah menerimaNya dengan iman.
Ciri khas orang yang penuh dengan Roh Kudus bukan sekedar berbahasa roh tetapi lebih daripada itu dari dalam dirinya keluar buah-buah Roh itu sendiri, yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal. 5:22-23). Semua itu harus kita alami terus menerus. Hanya dengan demikian hidup kita akan lebih bermakna. Untuk itu biarlah setiap hari kita penuh dengan Roh Kudus(rt/24.05.2009)